TNI Perkuat Kamtibmas dan Percepatan Pembangunan, Program Jembatan Garuda Jadi Andalan di Wilayah Rawan Bencana
- account_circle Nellyani
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Komandan Korem 061/Suryakancana, Thomas Rajunio, menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Thomas saat menghadiri pertemuan bersama Kapolresta Bogor Rio Wahyu Anggoro, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kamis (16/4/2026).
Dalam keterangannya, Thomas mengungkapkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keamanan hingga dampak perubahan iklim.
“Selain Kamtibmas, kami juga membahas percepatan pembangunan melalui berbagai program TNI seperti KDKMP, koperasi, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat yang sudah berjalan di kota maupun kabupaten,” ujarnya.
Tak hanya itu, TNI juga tengah fokus menjalankan program strategis nasional, salah satunya pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Program ini menjadi solusi bagi wilayah yang rawan bencana, khususnya daerah yang kerap mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir.
Menurut Thomas, wilayah Korem 061/Suryakancana termasuk kawasan yang rentan terhadap bencana alam. Sejumlah jembatan bahkan dilaporkan hanyut akibat banjir dalam beberapa waktu terakhir.
“Perbaikan jembatan kami lakukan menggunakan anggaran TNI dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ini penting untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap Korem ditargetkan membangun hingga lima jembatan per bulan. Namun, pembangunan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi teknis di lapangan.
“Tidak semua jembatan dengan bentangan pendek membutuhkan anggaran kecil. Faktor lokasi, akses, hingga kondisi pondasi menjadi pertimbangan utama yang harus dikaji secara detail oleh tim zeni bangunan,” paparnya.
Terkait mekanisme pembangunan, Thomas menekankan bahwa program TNI bersifat melengkapi program pemerintah daerah. Dengan demikian, pembangunan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang belum tersentuh.
“Ini seperti jalinan jari-jemari, saling melengkapi. Kami menyasar titik-titik yang belum tercover oleh program pemerintah daerah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tandasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, TNI juga mengantisipasi potensi kekeringan pasca fenomena El Nino dan La Nina dengan melakukan pemetaan sumber air di berbagai wilayah.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
