Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Mahasiswa UIKA Jadi Generasi Beradab dan Berdampak
- account_circle Nellyani
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, S.Si., M.Si., mengajak mahasiswa untuk menjadi generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga beradab serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Adityawarman saat menghadiri Kuliah Umum di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Senin (26/1/2026). Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas akhlak generasi mudanya.
“Masa depan bangsa ini tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak yang baik. Mahasiswa harus belajar dengan kuat, disiplin tinggi, dan yang paling utama menjaga integritas,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Ia mengingatkan, ilmu pengetahuan tanpa adab dan moral berisiko disalahgunakan serta kehilangan nilai kemanusiaannya. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penonton perubahan zaman, melainkan tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata.
“Jangan hanya menuntut ilmu untuk diri sendiri. Pikirkan bagaimana ilmu itu bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas dan membangun peradaban yang lebih baik,” tuturnya.
Adityawarman juga berpesan agar generasi muda Kota Bogor senantiasa menjaga sikap santun, rendah hati, dan berkarakter kuat dalam menggapai cita-cita. Ia berharap lulusan perguruan tinggi, khususnya UIKA, mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Bogor sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni UIKA Bogor, Safrudin Bima, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang tangguh secara mental, spiritual, dan kebangsaan.
Menurutnya, kegiatan kuliah umum tersebut merupakan ikhtiar nyata UIKA dalam membina generasi muda agar mampu menopang keberlanjutan pembangunan melalui penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Ini adalah upaya membentuk generasi muda yang tetap berada dalam koridor nilai positif, produktif, dan religius. Sangat penting untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.
Safrudin menilai kehadiran Ketua DPRD Kota Bogor beserta jajaran anggota DPRD lainnya menjadi bukti dukungan legislatif terhadap penguatan karakter generasi muda. Ia juga menyoroti besarnya tantangan era digital dan derasnya pengaruh teknologi terhadap mental dan moral anak muda.
“Kemajuan akan terus datang, tetapi juga membawa ancaman. Karena itu, generasi muda harus memiliki ketahanan moral dan spiritual agar tidak terjerumus dalam dekadensi,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Nasya Kharisa Lestari, turut mengapresiasi UIKA Bogor yang menghadirkan penceramah nasional Ustadz Abdul Somad dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan akhlak menjadi kebutuhan utama di tengah pesatnya perkembangan media sosial.
“Media sosial punya dampak luar biasa. Tanpa dibarengi akhlak, kecerdasan bisa kehilangan maknanya. Sepintar apa pun seseorang, tanpa akhlak tidak akan berarti,” ungkap Nasya.
Ia menilai kehadiran Ustadz Abdul Somad mencerminkan keseriusan UIKA dalam menanamkan nilai moral dan karakter kepada mahasiswa.
“Ini langkah yang sangat baik. Indonesia membutuhkan generasi emas yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” pungkasnya.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
