SMKN 3 Bogor Siap Jalankan Program Sekolah Maung, Sediakan 448 Kuota dengan Seleksi Berbasis Prestasi
- account_circle Nellyani
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, bogornews-Program Sekolah Maung yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memasuki tahap penerimaan peserta didik baru. Salah satu sekolah yang ditunjuk menjalankan program tersebut adalah SMKN 3 Bogor, yang kini tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang pembukaan pendaftaran pada 25–29 Mei 2026.
Koordinator Tata Usaha SMKN 3 Bogor, David Faizal, menegaskan pihak sekolah telah siap menjalankan program unggulan tersebut. Menurutnya, penunjukan SMKN 3 Bogor sebagai Sekolah Maung menjadi tantangan sekaligus kebanggaan karena hanya ada 13 SMK di Jawa Barat yang dipilih.
“Karena kita ditunjuk, otomatis kita harus siap. Banyak yang harus dipersiapkan, terutama berkaitan dengan sistem SPMB yang berbeda dengan reguler,” ujar David.
Pendaftaran Sekolah Maung dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi SPMB Jawa Barat di maung.spmb.jabarprov.go.id�. Meski waktu efektif pendaftaran hanya empat hari karena adanya hari libur, masyarakat tetap dapat melakukan pendaftaran secara online.
David menjelaskan, secara teknis mekanisme pendaftaran tidak jauh berbeda dengan SPMB reguler. Namun, perbedaannya terletak pada jalur seleksi yang seluruhnya berbasis prestasi.
“Kalau reguler masih ada afirmasi, zonasi, perpindahan orang tua dan sebagainya. Nah, di Sekolah Maung ini hanya ada tiga jalur dan semuanya berbasis prestasi,” jelasnya.
Tiga jalur tersebut terdiri dari potensi akademik sebesar 10 persen, kompetensi akademik sebesar 70 persen, serta jalur non-akademik. Khusus jalur potensi akademik, calon siswa wajib melampirkan hasil psikotes dengan skor minimal IQ 130 menggunakan skala Wechsler.
“Hasil psikotes juga tidak boleh sembarangan. Psikolognya harus terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia atau berasal dari universitas terakreditasi yang memiliki layanan psikotes,” katanya.
Sebagai SMK berbasis pariwisata, SMKN 3 Bogor membuka lima program keahlian, yakni kuliner, perhotelan, busana, kecantikan, dan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Dari seluruh jurusan tersebut, kuliner menjadi program paling diminati setiap tahunnya.
“Kurang lebih 45 persen pendaftar memilih kuliner. Jadi walaupun rombongan belajarnya paling banyak, tetap banyak yang harus ditolak karena kapasitas terbatas,” ungkap David.
Pada tahun ajaran baru ini, SMKN 3 Bogor menyediakan sekitar 448 kursi dengan total 14 rombongan belajar. Setiap kelas dibatasi maksimal 32 siswa sesuai ketentuan terbaru pemerintah.
David menilai pembatasan jumlah siswa per kelas akan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran. Terlebih, program Sekolah Maung juga menuntut peningkatan kualitas tenaga pengajar.
“Guru-gurunya juga harus berkualitas, terutama wali kelas. Dari sekarang kita sudah mapping guru-guru terbaik untuk kelas Sekolah Maung,” ujarnya.
Selain menyiapkan SDM dan fasilitas praktik, sekolah juga gencar melakukan sosialisasi ke SMP-SMP di seluruh Kota Bogor hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT/RW. Langkah itu dilakukan agar masyarakat memahami mekanisme serta keunggulan program Sekolah Maung.
Terkait pembiayaan, David menyebut hingga kini belum ada petunjuk teknis resmi mengenai kemungkinan adanya biaya tambahan bagi peserta didik Sekolah Maung. Namun ia memastikan pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap program tersebut.
“Soal berbayar atau tidak, kami masih menunggu arahan resmi. Tapi yang pasti program ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” tandasnya.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
