Tahanan Kabur Saat Subuh Diguyur Hujan, Polsek Parungpanjang dalam Sorotan
- account_circle Nellyani
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, bogornews – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek pada Senin (12/1/2026) dini hari menciptakan suasana tenang dan syahdu di Mapolsek Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Langit seolah menangis, sementara bumi menyambutnya dengan sunyi. Namun, ketenangan itu justru menjadi celah emas bagi seorang tahanan untuk melarikan diri.
Peristiwa kaburnya tahanan tersebut diduga terjadi menjelang waktu subuh, sekitar pukul 04.00 WIB. Waktu rawan ketika rasa kantuk tak lagi tertahankan, terlebih dengan cuaca dingin dan hujan yang membuat suasana semakin lengang. Kondisi inilah yang diduga dimanfaatkan pelaku saat petugas jaga lengah.
Hingga kini, identitas tahanan yang kabur belum diungkap ke publik. Kapolsek Parungpanjang, Kompol M Taufik, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Senin siang.
“Aduh, mas tahu saja. Dapat info dari mana?” ujar Kapolsek singkat lewat sambungan telepon.
Kompol M Taufik yang belum lama menjabat sebagai Kapolsek Parungpanjang tidak menampik bahwa seorang tahanan laki-laki telah melarikan diri dari sel Mapolsek. Meski demikian, ia enggan membeberkan secara rinci identitas maupun kasus yang menjerat tahanan tersebut.
“Nanti saja saya ceritakan sambil ngopi-ngopi,” ucapnya berkelakar, seraya memastikan bahwa kejadian ini telah dilaporkan kepada Kapolres Bogor AKBP Wikha di Cibinong.
Mapolsek Parungpanjang sendiri berada di lokasi strategis, tepat di pinggir Jalan Raya Mohammad Toha, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang. Jalan provinsi yang baru selesai diperbaiki itu kini relatif sepi menyusul ditutup sementaranya aktivitas tambang batu di wilayah Parungpanjang, Rumpin, dan Cigudeg. Sepinya lalu lintas diduga turut mempermudah aksi pelarian tersebut tanpa menarik perhatian warga maupun pengguna jalan.
Kondisi lingkungan yang lengang, berpadu dengan waktu subuh dan hujan, menjadi kombinasi ideal bagi pelarian tahanan dari kantor polisi yang sehari-hari mengawasi langsung lalu lintas kendaraan tambang, termasuk truk over dimensi dan over load (ODOL).
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik, sekaligus pengingat akan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama pada jam-jam rawan. Aparat kepolisian saat ini dikabarkan tengah melakukan upaya pencarian dan evaluasi internal guna mengungkap bagaimana tahanan tersebut bisa lolos dari pengamanan.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nelly
