Bunda Literasi Kota Bogor Tekankan Pentingnya Budaya Membaca Sejak Dini
- account_circle Nellyani
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Bunda Literasi Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, wawasan, dan kecerdasan masyarakat, khususnya bagi anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan membaca harus ditanamkan sedini mungkin agar menjadi bekal berharga di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Yantie Rachim saat menghadiri kegiatan Gema Literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bogor yang berlangsung di Kantor Kelurahan Katulampa, Jalan Katulampa, Kota Bogor, Sabtu (24/1/2026).
Dalam suasana yang penuh keceriaan dan keakraban, Yantie menyampaikan bahwa kegiatan TBM tidak hanya difokuskan untuk anak-anak, tetapi juga melibatkan para orang tua sebagai bagian dari pendidikan literasi di lingkungan keluarga.
“Hari ini adalah pengenalan kegiatan TBM, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang tua. Karena bacaan yang dibaca bisa didiskusikan bersama, sehingga ilmu dapat saling ditularkan,” ujar Yantie.
Ia menjelaskan bahwa literasi pada dasarnya merupakan kebiasaan membaca yang perlu dibangun secara konsisten. Anak-anak yang gemar membaca sejak kecil diyakini akan memiliki pengetahuan yang luas dan pola pikir yang lebih baik di kemudian hari.
“Literasi itu adalah kegiatan membaca. Kalau dari kecil sudah senang membaca, insyaallah di masa depan kita akan memiliki banyak ilmu,” katanya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yantie Rachim juga menyoroti pentingnya menyeimbangkan penggunaan gawai dengan kebiasaan membaca buku. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gadget.
“Sekarang banyak anak yang matanya sakit karena terlalu sering bermain HP. Main gadget boleh, main game boleh, tapi harus dibatasi dan tetap dibiasakan membaca buku, karena membaca buku itu dunia ilmu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yantie mengajak para orang tua untuk berperan aktif membangun budaya literasi di rumah melalui kegiatan membaca bersama anak, sekaligus mendampingi dan menjelaskan isi bacaan.
“Tugas orang tua adalah menghadirkan momen kebersamaan dengan anak melalui membaca bersama, menjelaskan cerita dan amanatnya, serta memilih buku yang sesuai dengan usia mereka,” lanjutnya.
Menutup pesannya, Yantie Rachim berharap kegiatan literasi terus ditingkatkan dan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Ke depan saya berharap kegiatan literasi ini terus ditingkatkan. Anak-anak dibiasakan membaca minimal 30 menit setiap hari agar tumbuh menjadi pribadi yang sopan, beradab, dan berwawasan luas,” pungkasnya.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
