Prabowo Tegaskan Pariwisata Tak Akan Tumbuh Jika Kota dan Desa Masih Jorok
- account_circle Nellyani
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan pariwisata nasional sangat bergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah. Penekanan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Menurut Prabowo, masalah sampah yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mencederai keindahan lingkungan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi sektor pariwisata—salah satu sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar dan biaya pengembangan paling murah dibanding sektor lainnya.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, tapi kalau kumuh orang tidak mau datang. Mau ke Bali, tapi pantainya kotor,” tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Prabowo mengingatkan bahwa capaian tersebut bisa tergerus jika persoalan kebersihan tidak segera dibenahi.
Ia juga mengungkapkan pengalamannya saat bertemu sejumlah menteri dan jenderal di Korea Selatan yang memberikan masukan jujur terkait kondisi pariwisata Indonesia, khususnya Bali.
“Mereka bilang ke saya, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice.’ Saya terima itu sebagai koreksi,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus meminta Gubernur Bali Wayan Koster beserta seluruh kepala daerah di Pulau Dewata untuk segera membenahi pengelolaan sampah. Menurutnya, Bali adalah wajah utama pariwisata Indonesia di mata dunia.
Prabowo bahkan memberikan solusi konkret dengan mengajak pelibatan pelajar dari tingkat SD hingga SMA untuk bergotong royong membersihkan lingkungan, terutama kawasan pantai.
“Apa susahnya? Hari Sabtu atau Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai. Ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan rame-rame. Kerja bakti!” serunya.
Tak hanya itu, Prabowo menegaskan siap mengerahkan TNI, Polri, hingga BUMN bila diperlukan untuk turun langsung membersihkan kawasan wisata. Ia berharap, upaya kolektif tersebut bisa mengembalikan citra Indonesia sebagai negara indah, bersih, dan ramah wisatawan.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
