Pemkot Bogor Siap Tata Ulang Bogor Tengah, PKL Diminta Pindah demi Wajah Kota Lebih Tertata
- account_circle Nellyani
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews— Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersiap melakukan penataan ulang kawasan Kecamatan Bogor Tengah yang selama ini menjadi etalase utama Kota Hujan. Penataan ini dilakukan guna menghadirkan wajah kota yang lebih rapi, bersih, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan.
Rencana tersebut disampaikan langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Tengah yang digelar di Hotel Onih, Kamis (15/1/2026).
Menurut Dedie, kawasan Bogor Tengah memiliki banyak titik strategis seperti alun-alun, pusat kuliner, hingga kawasan perdagangan. Namun, sejumlah area dinilai masih belum tertata secara maksimal dan memerlukan sentuhan penataan menyeluruh.
“Bogor Tengah ini menjadi wajah Kota Bogor. Di sini ada alun-alun dan pusat-pusat aktivitas masyarakat, tetapi kondisinya masih perlu dibenahi agar bisa benar-benar merepresentasikan Kota Bogor secara keseluruhan,” ujar Dedie.
Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor akan mulai menata keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Dewi Sartika, MA Salmun, Sawo Jajar, Nyi Raja Permas, hingga Jalan Merdeka. Selain itu, beberapa ruas jalan lain, yakni Jalan Lawang Saketeng, Jalan Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, dan Jalan Surya Kencana, dipastikan harus steril dari aktivitas PKL.
Penertiban tersebut berkaitan langsung dengan rencana pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor. Area-area tersebut nantinya akan difungsikan sebagai jalur akses alat berat dan kendaraan besar untuk mendukung proses pembongkaran serta pengangkutan material.
“Kalau tidak disterilkan dari PKL, proses pembongkaran bisa memakan waktu lebih lama dan tidak efisien. Karena itu, saya mengimbau pedagang untuk berpindah ke Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua,” tegasnya.
Wali Kota Bogor juga menegaskan bahwa para PKL tidak lagi diperkenankan berjualan di kawasan yang akan ditutup untuk operasional alat berat. Ia berharap seluruh pedagang dapat segera memindahkan aktivitasnya ke dalam pasar yang telah disediakan.
“Mulai sekarang pedagang harus masuk ke pasar. Kita tidak ingin Bogor Tengah terlihat kumuh, karena kawasan ini adalah representasi Kota Bogor. Ke depan, seluruh wilayah Kota Bogor harus tertata rapi, bersih, dan teratur,” pungkas Dedie Rachim.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
