Breaking News
light_mode

25 Korban Jiwa Longsor Bandung Barat Ditemukan Tewas, KLH Terjunkan Ahli Selidiki Penyebabnya

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG BARAT, bogornews– Bencana longsor menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa memilukan ini mengakibatkan sekitar 30 rumah warga tertimbun material longsor, serta menelan puluhan korban jiwa.

Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Material tanah dari lereng bukit ambles dan menghantam permukiman warga yang berada di bawahnya.

“Kejadiannya sekitar jam 03.00 pagi, pusatnya di RT 05 RW 11. Memang sudah dua hari ini hujan terus,” ujar Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, saat ditemui di lokasi bencana.

Berdasarkan pendataan awal, sekitar 30 rumah tertimbun longsor. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan yang terjal dan kondisi tanah yang labil. Hingga Minggu (25/1/2026) sore, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 25 jenazah korban longsor.

Dari data Tim SAR Gabungan, tujuh korban ditemukan di worksite A1, enam korban di worksite A2, dan satu jenazah di worksite B1. Seluruh lokasi pencarian berada di area terdampak longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu. Operasi pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan mengombinasikan alat berat, pencarian manual oleh personel di lapangan, serta pemantauan udara menggunakan drone UAV.

Namun, upaya evakuasi tidak berjalan mudah. Cuaca yang tidak menentu, hujan susulan, serta kontur tanah yang curam dan rawan longsor susulan menjadi tantangan besar bagi petugas penyelamat.

Seiring penanganan darurat, pemerintah pusat turut turun tangan. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memastikan akan menurunkan tim ahli untuk menyelidiki penyebab longsor secara ilmiah.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi lingkungan di wilayah terdampak.

“Mulai besok kami menurunkan tim ahli. Penanganan persoalan lingkungan harus berbasis ilmiah, tidak bisa dilakukan dengan perkiraan semata,” ujar Hanif saat meninjau lokasi bencana, Minggu (25/1/2026).

Menurut Hanif, kajian akan difokuskan pada kondisi lanskap, tata ruang, serta kemungkinan perlunya perbaikan lingkungan. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu dengan melibatkan akademisi, BRIN, dan berbagai pihak terkait.

Meski berdasarkan data BMKG curah hujan di wilayah tersebut tercatat mencapai puncak 68 milimeter per hari—angka yang belum tergolong ekstrem—Hanif menilai kondisi lingkungan saat ini sudah berada pada titik rentan.

“Dengan hujan yang tidak terlalu deras saja sudah terjadi longsor besar. Ini peringatan serius bahwa lanskap kita sangat rentan dan memerlukan langkah mendasar untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Sambil menunggu hasil kajian, pemerintah daerah diminta tetap melakukan penanganan pascabencana, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, pengungsian, serta pemulihan bagi warga terdampak tragedi longsor Cisarua.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Bogor Hentikan Sementara Incinerator Sampah Tangsel di Cileungsi

    Pemkab Bogor Hentikan Sementara Incinerator Sampah Tangsel di Cileungsi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    Bogor, bogornews–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghentikan sementara aktivitas pengolahan sampah domestik menggunakan incinerator milik PT Aspex Kumbong di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Senin (12/1/2026). Penghentian ini dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara kegiatan pengolahan sampah dengan perizinan dan persetujuan lingkungan yang dimiliki perusahaan. Langkah tegas tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, sekaligus […]

  • Hasil Swadaya Warga, Surau Tajur Agung Jadi Simbol Kebersamaan di Pakuan Regency

    Hasil Swadaya Warga, Surau Tajur Agung Jadi Simbol Kebersamaan di Pakuan Regency

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews— Kekompakan dan semangat gotong royong warga Pakuan Regency, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, membuahkan hasil nyata dengan berdirinya Surau Tajur Agung. Bangunan ibadah yang juga difungsikan sebagai ruang kegiatan warga itu kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turut meninjau langsung Surau Tajur Agung pada Sabtu (7/2/2026). Dalam kunjungan […]

  • Tahun 2026, Bupati Bogor Fokuskan Penataan Lingkungan, Banjir, dan Pendidikan di Cibinong

    Tahun 2026, Bupati Bogor Fokuskan Penataan Lingkungan, Banjir, dan Pendidikan di Cibinong

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    CIBINONG, bogornews– Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam memfokuskan pembangunan wilayah Kecamatan Cibinong pada tahun 2026. Fokus tersebut meliputi penataan lingkungan, pengendalian banjir, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan. Penegasan itu disampaikan Rudy Susmanto saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Cibinong Tahun 2026 sekaligus perumusan […]

  • Penertiban PKL Diperkuat, Pemkot Bogor Optimalkan Dua Pasar Relokasi

    Penertiban PKL Diperkuat, Pemkot Bogor Optimalkan Dua Pasar Relokasi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor semakin serius menata kawasan pusat perdagangan dengan memperkuat penertiban pedagang kaki lima (PKL) sekaligus mengoptimalkan dua pasar relokasi, yakni Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen penataan kawasan eks Pasar Bogor dan Plaza Bogor yang […]

  • Keren, Bogor Raih Predikat Kota Menuju Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup

    Keren, Bogor Raih Predikat Kota Menuju Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR,  BOGORNEWS– Dedie A. Rachim menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta. Rakornas yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ini menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan penanganan sampah secara masif dari hulu hingga hilir. Mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)”, […]

  • Jaro Peloy : Raperda Pengakuan, Perlindungan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Harus Diprioritaskan

    Jaro Peloy : Raperda Pengakuan, Perlindungan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Harus Diprioritaskan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin yang akrab disapa Jaro Peloy, mendorong Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengakuan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat agar masuk sebagai prioritas dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun 2026. Ia menegaskan, regulasi tersebut sangat penting untuk menjamin hak-hak masyarakat adat, khususnya komunitas Kasepuhan yang hingga kini belum […]

expand_less