Breaking News
light_mode

Jaga Ketahanan Pangan , Peran Kaum Milenial Menjadi Kunci

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, bogornews– Minat generasi milenial di Kabupaten Bogor untuk menekuni profesi sebagai petani kian menurun. Pertanian tak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang menjanjikan oleh anak muda. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya jumlah petani usia produktif yang berpotensi menekan produktivitas pertanian sekaligus melemahkan daya saing hasil pertanian lokal.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Rini Kusumawati, mengungkapkan bahwa minimnya regenerasi petani menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dampak besarnya akan mengurangi kemampuan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata Rini, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, sektor pertanian dan ketahanan pangan memegang peranan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Gangguan pada ketahanan pangan berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan pasokan pangan, masalah gizi, inflasi, hingga konflik sosial.

“Ketahanan pangan berkaitan erat dengan sistem produksi, distribusi dan konsumsi. Dalam konteks produksi, petani adalah aktor utama penghasil bahan pangan lokal sekaligus penjaga ekosistem pertanian dan keberagaman tanaman pangan,” jelasnya.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, tercatat sebanyak 76.127 petani milenial di Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut, 92,95 persen merupakan laki-laki (BPS, 2024). Namun, angka ini dinilai belum cukup untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian ke depan.

Rini menyebutkan, rendahnya minat milenial bertani dipengaruhi oleh faktor pendapatan dan motivasi. Profesi petani dinilai menghasilkan pendapatan lebih rendah dibandingkan sektor non-pertanian. Hal ini membuat anak muda, terutama yang berpendidikan tinggi, lebih memilih berkarier di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.

“Pertanian juga masih dipandang sebagai pekerjaan berat dan melelahkan, sehingga kurang diminati oleh generasi muda,” imbuhnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan berbagai upaya dari hulu hingga hilir guna menarik kembali minat generasi milenial ke sektor pertanian. Di sisi hulu, pemerintah menyediakan bantuan pupuk organik dan anorganik, pestisida, benih, subsidi pupuk, serta sarana dan prasarana pertanian.

Sementara di sektor hilir, dukungan diberikan melalui bantuan fasilitas pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, promosi, akses permodalan, keikutsertaan pameran, hingga perlindungan asuransi pertanian.

“Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda untuk bertani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkas Rini.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • SOIna Kabupaten Bogor Apresiasi Kolaborun 2026, Event Lari Inklusif Libatkan Anak Istimewa dan Masyarakat Umum

    SOIna Kabupaten Bogor Apresiasi Kolaborun 2026, Event Lari Inklusif Libatkan Anak Istimewa dan Masyarakat Umum

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    CIBINONG, bogornews– Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Kolaborun 2026, sebuah ajang lari inklusif yang melibatkan anak-anak istimewa bersama masyarakat umum di Kabupaten Bogor. Ketua SOIna Kabupaten Bogor, Ahmad Azwari, menyebut Kolaborun sebagai terobosan positif yang patut didukung karena mengusung semangat kolaborasi, inklusivitas, dan kepedulian sosial. Event ini digagas oleh […]

  • DPRD Kota Bogor Soroti Anggaran Pendidikan Rp 744 Miliar, Bantuan Langsung untuk Warga Miskin Tak Sampai 3 Persen

    DPRD Kota Bogor Soroti Anggaran Pendidikan Rp 744 Miliar, Bantuan Langsung untuk Warga Miskin Tak Sampai 3 Persen

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews–Fakta mencengangkan terungkap dalam Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kota Bogor bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Dari total anggaran pendidikan Tahun 2026 yang mencapai Rp 744,4 miliar, porsi bantuan pendidikan yang benar-benar dirasakan langsung oleh warga miskin ternyata sangat minim. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono, secara tegas menyoroti kondisi tersebut. […]

  • Butuh Waktu Berjam-jam, KPK Ungkap Sulitnya Proses OTT Bupati Pati Sudewo

    Butuh Waktu Berjam-jam, KPK Ungkap Sulitnya Proses OTT Bupati Pati Sudewo

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    JAKARTA, Bogornews– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kompleksitas dan dinamika panjang dalam pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo. Proses penindakan tersebut memakan waktu berjam-jam dan tidak dilakukan secara serentak lantaran melibatkan banyak pihak dengan peran yang belum langsung teridentifikasi. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa OTT […]

  • Atap SMAN 2 Gunung Putri Ambruk, KBM Dihentikan Sementara

    Atap SMAN 2 Gunung Putri Ambruk, KBM Dihentikan Sementara

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, Bogornews – Ambruknya atap salah satu bangunan di SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan seluruh siswa dan tenaga pendidik. Kepala SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin, mengatakan insiden tersebut telah dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat […]

  • Didominasi Wisatawan Korea Selatan, Sanggraloka Ubud Muncul sebagai Barometer Baru Eco-Luxury Retreat di Indonesia

    Didominasi Wisatawan Korea Selatan, Sanggraloka Ubud Muncul sebagai Barometer Baru Eco-Luxury Retreat di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BALI, bogornews– Sanggraloka Ubud mencatatkan performa positif sepanjang akhir 2025 dengan dominasi wisatawan asal Korea Selatan sebagai pasar utama tamu asing. Tren ini menandai pergeseran signifikan arah pariwisata Bali menuju segmen wellness dan retret premium berbasis alam, budaya, serta privasi. Pada masa soft-opening akhir 2025, tingkat hunian Sanggraloka Ubud diperkirakan telah mencapai 65–70 persen. Capaian […]

  • Yohanis Billi Sumbang Emas Lempar Lembing untuk Indonesia di APG 2026

    Yohanis Billi Sumbang Emas Lempar Lembing untuk Indonesia di APG 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    NAKHON RATCHASIMA, bogornews– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor pada ajang Asean Para Games (APG) ke-13 Tahun 2026. Kali ini, Yohanis Billi sukses meraih medali emas dari nomor lempar lembing klasifikasi F44, sekaligus menambah pundi-pundi emas bagi Kontingen Indonesia. Tampil gemilang di Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu (24/1/2026), Yohanis Billi […]

expand_less