Breaking News
light_mode

Jawa Barat Catat Angka PHK Tertinggi Nasional 2025, Gubernur Soroti Kualitas SDM dan Pola Rekrutmen

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, bogornews– Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah di tengah tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sebanyak 18.815 pekerja di Jawa Barat mengalami PHK sepanjang 2025, menempatkan provinsi ini di posisi teratas secara nasional.

PHK terjadi hampir merata sepanjang tahun. Pada Januari tercatat 1.738 orang kehilangan pekerjaan, disusul Februari sebanyak 3.973 orang. Pada Maret terdapat 1.465 orang, April 1.490 orang, Mei 1.375 orang, dan Juni 1.544 orang. Tren PHK berlanjut pada Juli dengan 1.815 orang, Agustus 1.577 orang, September 2.050 orang, Oktober 1.032 orang, November 652 orang, hingga Desember tercatat 104 orang.

Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lain. Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan total 14.700 pekerja terkena PHK, disusul Bali dengan 10.376 orang. Secara nasional, total PHK sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut persoalan ketenagakerjaan di Jawa Barat tidak bisa disederhanakan hanya pada keterbatasan jumlah angkatan kerja. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia serta pola rekrutmen tenaga kerja di perusahaan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

“Ketika sebuah perusahaan berdiri di Jawa Barat, tenaga kerja yang direkrut tidak selalu berasal dari basis data angkatan kerja lokal,” ujar Dedi di Kota Bandung.

Ia menyoroti praktik rekrutmen di mana sejumlah posisi strategis, terutama di level menengah dan manajerial, kerap diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah. Hal tersebut berdampak pada terbatasnya penyerapan tenaga kerja lokal.

“Nah, yang dari luar masuk itu faktornya macam-macam. Kadang kelas menengah atau manajer perusahaan. Kalau manajernya orang Garut, pasti orang Garut banyak dibawa. Kalau manajernya dari luar Jawa Barat, dia juga cenderung membawa orang dari daerah asalnya,” jelas Dedi.

Meski demikian, Dedi menegaskan tingginya angka PHK tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai ketidakmampuan angkatan kerja Jawa Barat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai solusi jangka panjang.

“Seperti program pendidikan diploma tiga yang dibiayai pemerintah, serta pembangunan sekolah kejuruan dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Dedi juga menegaskan bahwa pembatasan rekrutmen tenaga kerja berdasarkan asal daerah tidak dimungkinkan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Tidak boleh melakukan diskriminasi dalam rekrutmen tenaga kerja,” tegasnya.

Ia berharap, penguatan pendidikan vokasi dan kejuruan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Jawa Barat, menekan angka PHK, serta memperkuat posisi pekerja lokal di dunia industri ke depan.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musrenbang Tanah Sareal Digelar, Wali Kota Tegaskan Wilayah Ini Jadi Pusat Pertumbuhan Kota Bogor

    Musrenbang Tanah Sareal Digelar, Wali Kota Tegaskan Wilayah Ini Jadi Pusat Pertumbuhan Kota Bogor

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, digelar di Taman Marcopolo Bukit Cimanggu City,  Selasa 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memaparkan arah pembangunan Tanah Sareal sebagai pusat pertumbuhan kota masa kini dan masa depan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa […]

  • Bupati Bogor: Pers Penentu Arah Pembangunan Bangsa di Era Digital

    Bupati Bogor: Pers Penentu Arah Pembangunan Bangsa di Era Digital

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pers memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan bangsa, terlebih di tengah derasnya arus transformasi media digital. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan santunan anak yatim dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor di […]

  • Peringatan Isra Mi’raj 2026, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Warga Jadikan Shalat Prioritas Utama

    Peringatan Isra Mi’raj 2026, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Warga Jadikan Shalat Prioritas Utama

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR,  bogornews – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, S.Si., M.Si., mengajak masyarakat untuk menjadikan shalat sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Agung Kota Bogor, Selasa (20/1/2026). Dalam suasana yang khidmat, Adityawarman menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar […]

  • Dorong Ekonomi Warga, Wawalkot Bogor Bagi 80 Ayam Petelur ke LPM Bogor Utara

    Dorong Ekonomi Warga, Wawalkot Bogor Bagi 80 Ayam Petelur ke LPM Bogor Utara

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat dengan membagikan 80 ekor ayam petelur kepada delapan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (24/1/2026). Puluhan ayam petelur tersebut akan dikembangkan oleh masing-masing LPM untuk kemudian dikolaborasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyaluran hasil telur nantinya dilakukan melalui […]

  • Konsisten Tegakkan Perda, Pemkot Bogor Terapkan Batas Usia Angkutan Perkotaan 20 Tahun

    Konsisten Tegakkan Perda, Pemkot Bogor Terapkan Batas Usia Angkutan Perkotaan 20 Tahun

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam menata sistem transportasi perkotaan dengan menerapkan batas usia teknis angkutan perkotaan maksimal 20 tahun. Kebijakan tersebut merupakan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2023 yang kini dijalankan secara konsisten. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat memimpin Apel Pagi rutin di […]

  • Sekda Kota Bogor Dorong Tata Kelola Keuangan Setda Lebih Terkendali dan Terintegrasi Digital

    Sekda Kota Bogor Dorong Tata Kelola Keuangan Setda Lebih Terkendali dan Terintegrasi Digital

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan pentingnya pengendalian dan monitoring yang optimal dalam pembinaan penatausahaan serta tata kelola keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan akuntabilitas dan kelancaran pengelolaan keuangan daerah. Penegasan tersebut disampaikan Denny Mulyadi saat memberikan arahan di Paseban Sri Bima, Balai […]

expand_less