Breaking News
light_mode

Pulihkan Kerugian Negara, DPR Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, bogornews– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mulai mengebut pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset sebagai langkah strategis memaksimalkan penegakan hukum sekaligus memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana.

Pembahasan awal RUU tersebut digelar Komisi III DPR RI dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Keahlian DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset dirancang untuk memperkuat pemberantasan kejahatan, khususnya kejahatan yang bermotif keuntungan finansial.

“Hari ini kita mulai membahas pembentukan RUU tentang Perampasan Aset terkait dengan tindak pidana sebagai salah satu upaya memaksimalkan pemberantasan korupsi, terorisme, narkotika, serta tindak pidana lain yang bermotif keuntungan finansial,” ujar Sari.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada pemidanaan pelaku. Negara juga harus memiliki instrumen hukum yang kuat untuk memulihkan dan mengembalikan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari kejahatan tersebut.

“Intinya, penegakan hukum bukan sekadar menghukum pelaku dengan pidana penjara, tetapi bagaimana negara mampu memulihkan dan mengembalikan kerugian keuangan negara akibat perbuatan pidana,” tegasnya.

Dalam proses pembentukan RUU Perampasan Aset, Komisi III DPR berkomitmen membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya agar regulasi yang dihasilkan lebih komprehensif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Selain itu, DPR juga berencana memulai pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Acara Perdata (Haper) yang akan dibahas secara terpisah.

“Kita ingin memaksimalkan partisipasi warga negara dalam proses pembentukan RUU ini. Selain itu, kami juga akan memulai pembentukan RUU tentang Hukum Acara Perdata (Haper), yang seluruh pembahasannya dilakukan secara tersendiri,” pungkas Sari.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yantie Rachim Ajak Perempuan Minangkabau Teladani Jejak Pejuang Perempuan Sumatera Barat

    Yantie Rachim Ajak Perempuan Minangkabau Teladani Jejak Pejuang Perempuan Sumatera Barat

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus Penasihat Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PKBM) Kota Bogor, Yantie Rachim, mengajak perempuan Minangkabau untuk meneladani semangat dan perjuangan tokoh-tokoh perempuan asal Sumatera Barat yang telah memberi warna penting bagi perjalanan bangsa. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) […]

  • Islam dan Mitigasi Bencana

    Islam dan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    HIDUP tidak pernah berjalan tunggal. Ia selalu berpasangan. Ada siang dan malam, ada laki-laki dan perempuan, ada tawa dan air mata, ada nikmat dan musibah. Semua itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari hukum keteraturan Allah yang mengatur kehidupan manusia dan alam semesta dengan sangat rapi. Namun realitanya, tidak semua manusia siap menghadapi “pasangan hidup” tersebut. […]

  • Haji Ramah Perempuan, Layanan Haji Diperkuat Lewat Diklat PPIH

    Haji Ramah Perempuan, Layanan Haji Diperkuat Lewat Diklat PPIH

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Nelyani
    • 0Komentar

    Jakarta, bogornews — Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji yang ramah perempuan melalui penguatan kualitas petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Menteri Haji dan Umrah RI mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan program pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH sejak tiga bulan lalu sebagai langkah awal peningkatan layanan haji ke depan. Menurutnya, Diklat ini diharapkan mampu membentuk petugas […]

  • DPRD Kota Bogor Tekankan Fokus Transportasi Publik dalam RKA 2026 Perumda Transportasi Pakuan

    DPRD Kota Bogor Tekankan Fokus Transportasi Publik dalam RKA 2026 Perumda Transportasi Pakuan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews–DPRD Kota Bogor menyoroti secara serius Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 Perumda Transportasi Pakuan (PTP). Dalam rapat pembahasan yang digelar bersama manajemen PTP, DPRD menegaskan pentingnya fokus perusahaan pada penguatan layanan transportasi publik serta menjaga kesehatan keuangan badan usaha milik daerah tersebut. Ketua Komisi DPRD Kota Bogor, Rifky, menekankan bahwa transportasi publik […]

  • SMA Negeri 11 Segera Dibangun, Ini Lokasinya

    SMA Negeri 11 Segera Dibangun, Ini Lokasinya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Pemerintah Kecamatan Tanah Sareal terus mematangkan rencana pembangunan SMA Negeri 11 yang akan berlokasi di Kelurahan Kayumanis, tepat di depan kantor kelurahan setempat. Pembangunan sekolah negeri baru ini diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan menengah atas bagi masyarakat Tanah Sareal. Camat Tanah Sareal, Rokib, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan berada di atas aset tanah […]

  • Jawa Barat Catat Angka PHK Tertinggi Nasional 2025, Gubernur Soroti Kualitas SDM dan Pola Rekrutmen

    Jawa Barat Catat Angka PHK Tertinggi Nasional 2025, Gubernur Soroti Kualitas SDM dan Pola Rekrutmen

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BANDUNG, bogornews– Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah di tengah tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sebanyak 18.815 pekerja di Jawa Barat mengalami PHK sepanjang 2025, menempatkan provinsi ini di posisi […]

expand_less