Bupati Bogor Operasionalkan Pasar Petani Garuda, Dorong Pertanian dan Ekonomi Kerakyatan
- account_circle Nellyani
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIBINONG, bogornews– Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda sebagai langkah awal penguatan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor. Pengoperasian pasar tersebut ditandai dengan peninjauan langsung oleh Bupati Bogor saat menghadiri Festival Buah yang diinisiasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) di Pasar Petani Garuda, Jumat (30/1/2026).
Rudy Susmanto menjelaskan, pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lapak pedagang, toilet, dan mushola masih dalam tahap pengerjaan dan akan dilanjutkan pada tahun 2026. Meski demikian, pasar tersebut telah mulai dioperasikan sebagai proyek percontohan pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Kabupaten Bogor memiliki potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Karena itu ke depan kami juga akan merevitalisasi pasar-pasar ikan serta membuka sentra petani di kecamatan lainnya,” ujar Rudy Susmanto.
Ia menegaskan, pemanfaatan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Seluruh petani yang berjualan diwajibkan terdata resmi oleh Distanhorbun dan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp100.000 per tahun. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan pengelolaan pasar berjalan dengan baik.
Selain penguatan pasar petani, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang dinilai mampu memberikan dampak positif, terutama dalam mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan.
Dalam mendukung ketahanan pangan dan program penghijauan, Pemkab Bogor juga menyiapkan kebijakan pembangunan desa sentra buah yang menyasar 416 desa dan 19 kelurahan. Program tersebut dilengkapi dengan pemberian stimulus dan perlombaan antardesa sebagai upaya mendorong setiap wilayah memiliki ketahanan pangan sekaligus potensi unggulan masing-masing.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
