Breaking News
light_mode

Perkuat Pendidikan Integritas, Muhammadiyah Gandeng KPK Tekan Korupsi Sejak Akar

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Bogornews– Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia kian diarahkan pada penguatan karakter dan nilai integritas sejak dini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat pencegahan korupsi berbasis pendidikan dan nilai keagamaan.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/1), menegaskan komitmen bersama membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menekankan bahwa penegakan hukum semata tidak cukup untuk memutus mata rantai korupsi. Tanpa internalisasi nilai moral di akar rumput, upaya pemberantasan korupsi akan selalu menghadapi hambatan.

“Strategi KPK tidak hanya bertumpu pada penindakan hukum, tetapi juga pembentukan karakter. Muhammadiyah, dengan jutaan pengikut dan ribuan Amal Usaha Muhammadiyah, menjadi sekutu strategis untuk mematikan sel-sel korupsi di ruang publik,” tegas Ibnu.

Menurutnya, luasnya jejaring Muhammadiyah di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menanamkan nilai antikorupsi secara konsisten dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

Ibnu menambahkan, pembaruan kerja sama yang telah terjalin sejak 2019 ini bertujuan mendorong perubahan perilaku publik agar berani menolak praktik korupsi, sekecil apa pun bentuknya. Salah satu langkah konkret yang dikembangkan adalah penyusunan modul pendidikan antikorupsi berbasis nilai keagamaan yang sejalan dengan ajaran Islam, melibatkan sivitas akademika Muhammadiyah di berbagai daerah.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai agen integritas di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti bahwa meskipun regulasi negara semakin diperketat, korupsi masih menemukan celah akibat adanya toleransi sosial di tengah masyarakat.

“Pemberantasan korupsi bukan semata persoalan pasal dan hukum, tetapi perang melawan mentalitas kolektif yang permisif terhadap penyimpangan,” ujar Haedar.

Ia berharap, melalui sinergi ini, kejujuran dapat kembali ditempatkan sebagai nilai publik tertinggi. Dengan begitu, perilaku koruptif tidak lagi dianggap lumrah, melainkan dipandang sebagai penyimpangan sosial yang memalukan.

Selain pendidikan, KPK dan Muhammadiyah juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui bimbingan teknis antikorupsi yang menyasar pemuda dan perempuan. Program ini dirancang untuk mendorong generasi muda dan perempuan menjadi agen perubahan, sekaligus meningkatkan partisipasi publik yang lebih substansial dalam perumusan kebijakan.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMKN 3 Bogor Siap Jalankan Program Sekolah Maung, Sediakan 448 Kuota dengan Seleksi Berbasis Prestasi

    SMKN 3 Bogor Siap Jalankan Program Sekolah Maung, Sediakan 448 Kuota dengan Seleksi Berbasis Prestasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    Bogor, bogornews-Program Sekolah Maung yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memasuki tahap penerimaan peserta didik baru. Salah satu sekolah yang ditunjuk menjalankan program tersebut adalah SMKN 3 Bogor, yang kini tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang pembukaan pendaftaran pada 25–29 Mei 2026. Koordinator Tata Usaha SMKN 3 Bogor, David Faizal, menegaskan pihak sekolah telah siap […]

  • Pemkot Bogor Serahkan Rp483 Juta Hasil Bulan Dana untuk Dukung Aksi Kemanusiaan PMI

    Pemkot Bogor Serahkan Rp483 Juta Hasil Bulan Dana untuk Dukung Aksi Kemanusiaan PMI

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, BOGORNEWS – Kepedulian warga Kota Hujan kembali menunjukkan hasil nyata. Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) Bogor menyerahkan dana hasil kegiatan Bulan Dana sebesar Rp483 juta kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor. Dana ratusan juta rupiah itu menjadi bukti nyata solidaritas masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Tak hanya dimanfaatkan untuk Kota Bogor, dana […]

  • Pemkot Bogor Lantik 12 Pejabat, DPRD Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik

    Pemkot Bogor Lantik 12 Pejabat, DPRD Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, Bogornews — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi melantik dan mengukuhkan 12 pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat administrator dalam sebuah prosesi yang digelar di Sri Baduga Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026). Pelantikan ini sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Bogor periode 2025–2030. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Rusli […]

  • Butuh Waktu Berjam-jam, KPK Ungkap Sulitnya Proses OTT Bupati Pati Sudewo

    Butuh Waktu Berjam-jam, KPK Ungkap Sulitnya Proses OTT Bupati Pati Sudewo

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    JAKARTA, Bogornews– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kompleksitas dan dinamika panjang dalam pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo. Proses penindakan tersebut memakan waktu berjam-jam dan tidak dilakukan secara serentak lantaran melibatkan banyak pihak dengan peran yang belum langsung teridentifikasi. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa OTT […]

  • 12 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik, Dedie Rachim Minta Pelayanan Prima untuk Warga

    12 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik, Dedie Rachim Minta Pelayanan Prima untuk Warga

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR bogornews– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik 12 pejabat yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator. Pelantikan berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dedie Rachim menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari dinamika […]

  • Pemkab Bogor Gandeng KPK, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

    Pemkab Bogor Gandeng KPK, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    CIBINONG, bogornews– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Komitmen tersebut ditegaskan dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk mendampingi pelaksanaan sejumlah program strategis daerah. Langkah ini disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, usai mengikuti kegiatan Koordinasi […]

expand_less