Breaking News
light_mode

Konsep Pembelaan Terpaksa (Noodweer) Dalam KUHP Baru 

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DALAM KUHP Baru (UU 1/2023), pembelaan terpaksa (noodweer) diatur dalam Pasal 34,

“Setiap Orang yang terpaksa melakukan perbuatan yang dilarang tidak dipidana, jika perbuatan tersebut dilakukan karena pembelaan terhadap serangan atau ancarnan serangan seketika yang melawan hukum terhadap diri sendiri atau orang lain, kehormatan dalam arti kesusilaan, atau harta benda sendiri atau orang lain.”

Ketentuan Utama

1. Pasal 34 KUHP Baru:

Mengatur pembelaan terpaksa (noodweer) sebagai alasan penghapus pidana.

2. Pasal 43 KUHP Baru

Mengatur pembelaan terpaksa melampaui batas (noodweer exces)

Pasal 34 Ketentuan ini mengatur tentang pembelaan terpaksa yang mensyaratkan 4 (empat) keadaan, yaitu:

a. harus ada serangan atau ancarnan serangan yang melawan hukum yang bersifat seketika;

b. pembelaan dilakukan karena tidak ada jalan lain (subsidiaritas) untuk menghalau serangan;

c. pembelaan hanya dapat dilakukan terhadap kepentingan yang ditentukan secara limitatif yaitu kepentingan hukum diri sendiri atau orang lain, kehormatan dalam arti kesusilaan, atau harta benda; dan

d. keseimbangan antara pembelaan yang dilakukan dan serangan yang diterima (proporsionalitas).

Pasal 34 KUHP Baru mengatur mengenai pembelaan terpaksa (noodweer), yaitu keadaan ketika seseorang melakukan perbuatan yang pada dasarnya dilarang oleh hukum, tetapi dilakukan karena terpaksa untuk melindungi kepentingan hukum yang sedang menghadapi serangan atau ancaman serangan seketika. Dalam situasi seperti ini, hukum memberikan perlindungan agar seseorang tidak dipidana, karena tindakannya merupakan reaksi wajar terhadap bahaya yang mendesak.

Ketentuan ini menegaskan bahwa pembelaan terpaksa dapat dilakukan untuk melindungi beberapa kepentingan hukum, yaitu: diri sendiri, orang lain, kehormatan dalam arti kesusilaan, dan harta benda milik sendiri atau orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa pembelaan diri tidak hanya terbatas pada serangan fisik, tetapi juga terhadap tindakan yang mengancam martabat atau kesusilaan, serta ancaman terhadap benda atau properti.

Agar pembelaan terpaksa dianggap sah, serangan atau ancaman serangan tersebut harus bersifat seketika. Artinya, serangan terjadi secara tiba-tiba dan tidak memberikan waktu yang cukup bagi orang yang diserang untuk mencari perlindungan lain. Selain itu, serangan itu harus melawan hukum, sehingga pembelaan tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menolak tindakan aparat penegak hukum yang sedang bertugas secara sah, kecuali aparat bertindak di luar batas kewenangan atau melakukan tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum.

Pembelaan yang dilakukan juga harus proporsional, yakni seimbang dengan ancaman yang datang. Seseorang tidak dibenarkan melakukan pembelaan yang berlebihan atau melampaui batas jika ancaman yang dihadapi tidak sebanding. Prinsip proporsionalitas ini menjadi kunci agar pembelaan tidak berubah menjadi tindakan yang justru melanggar hukum atau merugikan pihak lain secara tidak perlu.

Dengan demikian, Pasal 34 KUHP Baru memberikan payung hukum bagi tindakan pembelaan diri yang dilakukan dalam keadaan terpaksa. Hukum menyadari bahwa dalam situasi tertentu, seseorang harus mengambil tindakan cepat untuk melindungi diri sendiri, orang lain, kehormatan, atau harta benda. Selama tindakan tersebut dilakukan secara wajar, proporsional, dan didorong oleh serangan atau ancaman yang melawan hukum, maka pelaku tidak dapat dipidana.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Wakil Wali Kota Hentikan Razia Sementara

    Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Wakil Wali Kota Hentikan Razia Sementara

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota Bogor, Senin pagi. Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut menuntut kejelasan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait pembatasan usia operasional angkot. Demo ini dipicu pemberlakuan aturan usia kendaraan angkutan umum yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor […]

  • Noviera Ross Berpeluang Sumbang Emas untuk Indonesia di APG 2026

    Noviera Ross Berpeluang Sumbang Emas untuk Indonesia di APG 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    THAILAND, bogornews– Atlet para panahan Indonesia asal Kabupaten Bogor, Noviera Ross, berpeluang besar mempersembahkan medali emas pada nomor Recurve Open Mixed dalam ajang Asean Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2026 yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 20–26 Januari 2026. Noviera Ross akan berpasangan dengan Kholidin asal DKI Jakarta. Keduanya dijadwalkan tampil pada pertandingan Recurve […]

  • Inilah 15 Calon Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang Lolos Seleksi Administrasi

    Inilah 15 Calon Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang Lolos Seleksi Administrasi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews— Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor secara resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi calon direksi untuk masa jabatan 2026–2031. Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 014/PANSELDIRTPKB/I/2026 tertanggal 26 Januari 2026, yang menyatakan sebanyak 15 peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sebanyak 15 […]

  • 12 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik, Dedie Rachim Minta Pelayanan Prima untuk Warga

    12 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik, Dedie Rachim Minta Pelayanan Prima untuk Warga

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR bogornews– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik 12 pejabat yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator. Pelantikan berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dedie Rachim menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari dinamika […]

  • Perempuan Tani HKTI Didorong Ambil Peran di Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor

    Perempuan Tani HKTI Didorong Ambil Peran di Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bogor untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menegaskan, banyak peluang ekonomi yang bisa dimasuki, khususnya oleh Perempuan Tani HKTI. Hal itu disampaikan Jenal Mutaqin saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah Perempuan Tani HKTI DPC Kota […]

  • Tanah Longsor di Bondongan Bogor Selatan, Satu Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan TPT

    Tanah Longsor di Bondongan Bogor Selatan, Satu Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan TPT

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Kamis sore (29/1/2026) memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Jerokuta RT 005/RW 016, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan. Peristiwa nahas ini menyebabkan satu orang warga meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tembok penahan tanah (TPT). Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor, […]

expand_less