Sekda Kota Bogor Dorong Tata Kelola Keuangan Setda Lebih Terkendali dan Terintegrasi Digital
- account_circle Nellyani
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan pentingnya pengendalian dan monitoring yang optimal dalam pembinaan penatausahaan serta tata kelola keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan akuntabilitas dan kelancaran pengelolaan keuangan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Denny Mulyadi saat memberikan arahan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026). Ia menuturkan, saat ini perangkat kerja sudah berbasis teknologi dan berjalan secara real time, sehingga komunikasi antarpetugas, mulai dari pengurus barang hingga PPTK, dapat terhubung dengan lebih efektif.
“Sekarang alat kerja kita sudah berbasis teknologi dan real time. Komunikasi antara pengurus barang dan PPTK bisa terkoneksi dengan lebih baik,” ujar Denny.
Menurutnya, pengendalian dan monitoring yang teroptimalkan akan mampu meminimalisasi berbagai kendala, seperti keterlambatan proses maupun administrasi yang belum tertata dengan baik dan benar. Dengan dukungan sistem digital, seluruh tahapan pengelolaan keuangan, mulai dari proses pengadaan hingga akhir pembayaran, dapat dipantau secara transparan.
Denny mencontohkan, pembelian barang melalui e-katalog dan mekanisme sejenis dapat langsung diinformasikan kepada pengurus barang dan otomatis tercatat dalam sistem. Hal ini diyakini mampu menciptakan satu sistem kerja yang berjalan konsisten dan berkesinambungan.
“Saya ingin sistemnya berjalan dengan baik, sehingga siapa pun petugas yang dipercaya mengelola dapat bekerja secara autopilot. Apa pun latar belakang pendidikannya, alur kerja tetap mengalir sesuai siklus aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain penguatan sistem, Sekda Kota Bogor juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan. Ia berharap seluruh jajaran Setda mampu menyiapkan laporan keuangan secara cepat dan akurat saat dibutuhkan.
Bendahara, PPK perangkat daerah, serta pengurus barang menjadi perhatian khusus agar dapat saling “nyambung” dan bersinergi dengan baik dalam mendukung tata kelola keuangan yang sehat.
“Harapan saya, Inspektorat dapat membantu memonitor laporan keuangan per triwulan. Masing-masing memonitor, sehingga pada akhirnya Inspektorat tinggal mereviu dan melengkapi,” ungkap Denny.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Inspektorat Kota Bogor, Irwan Riyanto, menyatakan kesiapannya untuk mendukung langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa Inspektorat sepakat dan akan melakukan monitoring laporan keuangan secara rutin setiap triwulan.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
