Hasil Swadaya Warga, Surau Tajur Agung Jadi Simbol Kebersamaan di Pakuan Regency
- account_circle Nellyani
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews— Kekompakan dan semangat gotong royong warga Pakuan Regency, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, membuahkan hasil nyata dengan berdirinya Surau Tajur Agung. Bangunan ibadah yang juga difungsikan sebagai ruang kegiatan warga itu kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turut meninjau langsung Surau Tajur Agung pada Sabtu (7/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi swadaya dan partisipasi aktif warga yang dinilai mencerminkan semangat pembangunan berbasis kebersamaan.
“Hari ini saya menyaksikan secara langsung bahwa semangat swadaya masyarakat di Bogor Barat, khususnya Pakuan Regency, benar-benar tumbuh. Warga bersama-sama membangun lingkungannya dan berkontribusi bagi Kota Bogor,” ujar Jenal Mutaqin di hadapan warga.
Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jenal menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan surau tersebut. Mulai dari sumbangan tenaga, waktu, pikiran, hingga donasi, semuanya menjadi bagian penting dari proses berdirinya Surau Tajur Agung.
“Insyaallah surau ini akan membawa manfaat besar. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas dan kebersamaan warga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian Surau Tajur Agung, Arifin, menjelaskan bahwa pembangunan surau dilakukan selama hampir tujuh bulan. Prosesnya melibatkan banyak pihak dan lahir dari hasil musyawarah warga setempat.
“Lahan ini merupakan fasos fasum seluas hampir 700 meter persegi. Dari diskusi warga, muncul gagasan agar lahan ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Karena itu kami sepakat menyebutnya surau, bukan musala atau masjid, agar fungsinya lebih inklusif,” jelas Arifin.
Kehadiran Surau Tajur Agung diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual, sekaligus simbol keberhasilan swadaya dan gotong royong masyarakat di lingkungan Pakuan Regency.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
