Breaking News
light_mode

Semakin Bersyukur, Nikmat Semakin Melimpah

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada satu rahasia sederhana, namun kerap luput dari perhatian manusia: nikmat hadir karena syukur. Bukan sebaliknya. Syukurlah yang mengundang nikmat, lalu nikmat yang disyukuri akan kembali mendatangkan tambahan karunia. Begitu seterusnya—tanpa putus—hingga manusia itu sendiri berhenti bersyukur.

Inilah kesimpulan yang amat dalam dari sahabat mulia, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Menurut beliau, tambahan nikmat akan terus diturunkan kepada seorang hamba sesuai dengan kadar syukurnya. Allah tak pernah menahan karunia, kecuali ketika hamba-Nya sendiri berhenti mensyukurinya.

Allah menegaskan janji-Nya dalam Al-Qur’an:

“Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

(QS. Ali Imran: 145)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa balasan tersebut berupa karunia dan rahmat, baik di dunia maupun di akhirat, yang diberikan sesuai dengan syukur dan amal perbuatan seorang hamba. Tidak dikurangi sedikit pun, tidak pula ditunda tanpa hikmah.

Syukur bukan sekadar ucapan alhamdulillah. Ia terwujud dalam ketaatan. Ketika seorang mukmin mengubah nikmat menjadi sarana mendekat kepada Allah, maka balasannya akan datang sepadan, bahkan berlipat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi satu kebaikan pun dari seorang mukmin. Allah memberinya balasan di dunia dan pahala di akhirat.”

(HR. Muslim)

Namun, tidak semua kelapangan hidup adalah pertanda karunia. Di sinilah seorang mukmin dituntut untuk mawas diri. Ada kalanya kemudahan yang melimpah justru merupakan istidraj—pemberian yang meninabobokan, bukan memuliakan. Allah membiarkan seorang hamba larut dalam kesenangan dunia, hingga kelak datang azab secara tiba-tiba.

Rasulullah ﷺ memperingatkan:

“Jika kamu melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba sementara ia bergelimang maksiat, maka itu hanyalah istidraj.”

(HR. Ahmad)

Maka pertanyaannya bukanlah “apakah aku sedang menikmati nikmat?”

Melainkan, “nikmat ini mendekatkanku kepada Allah, atau justru menjauhkanku?”

Para ulama terdahulu memberi teladan yang indah dalam merealisasikan syukur. Fudhail bin Iyadh dan Sufyan bin Uyainah suatu malam duduk bersama, saling mengingatkan nikmat Allah yang mereka rasakan. Sufyan berkata, “Allah telah memberi kita ini dan itu, menolong kita dalam hal ini dan itu.” Fudhail pun menimpali dengan penuh rasa haru. Mereka menghadirkan nikmat dalam ingatan, lalu melahirkan syukur dalam hati.

Betapa indah jika kebiasaan ini juga kita hidupkan—menghitung nikmat, bukan keluhan; mengingat karunia, bukan kekurangan.

Karena itu, siapa pun yang berharap tambahan nikmat—baik dalam ilmu, rezeki, ketenangan rumah tangga, maupun keberkahan hidup—maka jalannya jelas: ingat nikmat, syukuri dengan lisan, dan gunakan nikmat dalam ketaatan.

Allah sendiri menegaskan janji-Nya:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”

(QS. Ibrahim: 7)

Dan Allah tidak pernah ingkar janji. Bahkan Dia menegaskan bahwa syukur dan iman adalah kunci keselamatan:

“Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman?”

(QS. An-Nisa’: 147)

Qatadah رحمه الله berkata, “Allah tidak akan menyiksa orang yang bersyukur dan beriman.”

Akhirnya, marilah kita tutup renungan ini dengan doa yang sering diajarkan Rasulullah ﷺ, agar syukur bukan sekadar wacana, melainkan napas kehidupan:

“Ya Allah, bantulah kami untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kami kepada-Mu.”

Semoga dengan syukur yang terus hidup di hati, nikmat pun terus mengalir tanpa henti.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hamida Sumbang Emas Kedua di APG 2026, Harumkan Nama NPCI dan Kabupaten Bogor

    Hamida Sumbang Emas Kedua di APG 2026, Harumkan Nama NPCI dan Kabupaten Bogor

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    THAILAND, bogornews– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Para Tenis Meja binaan NPCI Kabupaten Bogor, Hamida, pada ajang Asean Para Games (APG) ke-13 tahun 2026. Hamida sukses meraih medali emas keduanya setelah tampil gemilang di nomor Mix Team Klasifikasi TT 17. Berpasangan dengan Kusnanto, Hamida berhasil menundukkan wakil Thailand, Chalermpong Punpoo dan Wachiraporn Thepmoya, dengan skor […]

  • 10 Makanan Khas Bogor Populer yang Menggugah Selera

    10 Makanan Khas Bogor Populer yang Menggugah Selera

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    Jejak Rasa Kota Hujan dari Pagi Hingga Malam Hujan seperti sudah menjadi denyut nadi Kota Bogor. Terletak di kaki Gunung Salak dan hanya sekitar 59 kilometer dari Jakarta, Bogor dikenal sejuk, hijau, dan ramah bagi para pelancong. Namun lebih dari sekadar Kebun Raya Bogor atau wisata alamnya yang memesona, Kota Hujan menyimpan satu kekayaan lain […]

  • 25 Korban Jiwa Longsor Bandung Barat Ditemukan Tewas, KLH Terjunkan Ahli Selidiki Penyebabnya

    25 Korban Jiwa Longsor Bandung Barat Ditemukan Tewas, KLH Terjunkan Ahli Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BANDUNG BARAT, bogornews– Bencana longsor menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa memilukan ini mengakibatkan sekitar 30 rumah warga tertimbun material longsor, serta menelan puluhan korban jiwa. Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama […]

  • Jaga Ketahanan Pangan , Peran Kaum Milenial Menjadi Kunci

    Jaga Ketahanan Pangan , Peran Kaum Milenial Menjadi Kunci

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews– Minat generasi milenial di Kabupaten Bogor untuk menekuni profesi sebagai petani kian menurun. Pertanian tak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang menjanjikan oleh anak muda. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya jumlah petani usia produktif yang berpotensi menekan produktivitas pertanian sekaligus melemahkan daya saing hasil pertanian lokal. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Rini […]

  • Pemkab Bogor Hentikan Sementara Incinerator Sampah Tangsel di Cileungsi

    Pemkab Bogor Hentikan Sementara Incinerator Sampah Tangsel di Cileungsi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    Bogor, bogornews–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghentikan sementara aktivitas pengolahan sampah domestik menggunakan incinerator milik PT Aspex Kumbong di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Senin (12/1/2026). Penghentian ini dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara kegiatan pengolahan sampah dengan perizinan dan persetujuan lingkungan yang dimiliki perusahaan. Langkah tegas tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, sekaligus […]

  • Dispora Kabupaten Bogor Dukung FAJI Gelar Pelatihan Lisensi Pelatih Arung Jeram

    Dispora Kabupaten Bogor Dukung FAJI Gelar Pelatihan Lisensi Pelatih Arung Jeram

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    Bogor, bogornews-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bogor yang akan menggelar pelatihan lisensi pelatih arung jeram. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepelatihan sekaligus memperkuat pembinaan olahraga arung jeram di Bumi Tegar Beriman. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi […]

expand_less