Tanah Longsor di Bondongan Bogor Selatan, Satu Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan TPT
- account_circle Nellyani
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Kamis sore (29/1/2026) memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Jerokuta RT 005/RW 016, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan. Peristiwa nahas ini menyebabkan satu orang warga meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tembok penahan tanah (TPT).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 18.45 WIB akibat curah hujan tinggi disertai kondisi struktur tanah yang labil. Laporan awal diterima BPBD dari pihak kelurahan melalui media sosial pada pukul 19.05 WIB.
Tanah longsor dengan panjang sekitar 4 meter dan tinggi 4 meter tersebut terjadi di lahan milik Amas Nurjaman. Ambruknya TPT menimpa seorang warga bernama Aminah Mimin (54) yang saat itu tengah melintas di lokasi kejadian, hingga korban tertimbun material longsoran.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor segera bergerak ke lokasi pada pukul 19.10 WIB untuk melakukan asesmen dan evakuasi. Proses penanganan turut melibatkan unsur Polsek Bogor Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, pihak kecamatan dan kelurahan, Keltana Bondongan, serta RT/RW setempat.
“Evakuasi korban tertimbun berhasil dilakukan dan korban segera dilarikan ke RS Melania Kota Bogor. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” demikian keterangan dalam laporan BPBD Kota Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor juga turut hadir langsung di lokasi kejadian untuk memantau proses penanganan. Hingga pukul 20.15 WIB, asesmen dan evakuasi dinyatakan selesai dan situasi di lokasi telah terkendali.
BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan saat intensitas hujan tinggi dan segera melaporkan potensi bencana kepada pihak berwenang.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
