Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor, Warga Rela Antre Panjang
- account_circle Nellyani
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Fenomena alam langka kembali terjadi di Kebun Raya Bogor. Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum dilaporkan mekar sempurna dan langsung menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi, antrean panjang pengunjung terlihat demi menyaksikan langsung salah satu bunga terbesar di dunia tersebut.
Keunikan peristiwa ini bahkan menarik perhatian Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Usai mengikuti kegiatan fun walk, Dedie tampak ikut mengantre bersama warga untuk melihat dari dekat mekarnya bunga langka itu. Di lokasi yang sama, para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga tengah melakukan pengamatan dan penelitian.
Dedie Rachim menyebut mekarnya Amorphophallus titanum merupakan peristiwa yang sangat istimewa karena terjadi dalam siklus yang panjang, antara enam hingga 12 tahun.
“Alhamdulillah, Kota Bogor melalui Kebun Raya Bogor kembali diberi kesempatan menikmati mekarnya bunga bangkai raksasa yang hanya berlangsung empat sampai lima hari,” ujar Dedie, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan para peneliti, bunga tersebut telah mulai mekar sejak beberapa hari lalu dan akan berangsur-angsur menguncup sebelum akhirnya mati.
“Saya juga sempat berdiskusi dengan para peneliti BRIN. Saat ini tengah diupayakan apakah bunga bangkai ini dapat dikembangkan tidak hanya di Bogor, Jambi, dan Bengkulu, tetapi juga di daerah lain melalui pengembangan dari Kebun Raya Bogor,” tambahnya.
Dengan upaya tersebut, diharapkan bunga kebanggaan Indonesia ini dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah.
Sementara itu, berdasarkan siaran pers BRIN, Amorphophallus titanum ini mulai memasuki fase awal mekar pada 25 Januari 2026 di area koleksi bunga bangkai, tebingan Mata Air Kahuripan. Fase mekar penuh terjadi pada malam hari tanggal 5 Februari 2026.
Pada kondisi tersebut, bunga menunjukkan ukuran spektakuler dengan tongkol (spadiks) menjulang setinggi 140 sentimeter dan diameter bunga mencapai 56 sentimeter. Tanaman ini merupakan koleksi lama Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992, dengan bibit berasal dari Jambi, Sumatera.
Peneliti Ahli Madya BRIN, Dian Latifah, menyampaikan bahwa momen mekarnya bunga bangkai sangat dinantikan dan masyarakat sangat dianjurkan untuk melihatnya secara langsung.
“Terakhir kali bunga bangkai mekar di Kebun Raya Bogor terjadi pada tahun 2020. Saat ini, bunga dengan nomor koleksi 382 mekar setelah penantian selama 12 tahun,” jelasnya.
Dian menambahkan, siklus hidup Amorphophallus titanum tergolong unik karena memiliki fase vegetatif dan generatif yang diselingi masa dorman atau istirahat. Ia juga mengajak masyarakat mengenali perbedaannya dengan bunga lain yang kerap disamakan, seperti suweg (Amorphophallus paeoniifolius) maupun Rafflesia.
“Meskipun disebut bunga bangkai raksasa, sebenarnya bunga jantan dan betinanya berukuran kecil dan mengelompok di bagian bawah spadiks yang menjulang tinggi,” paparnya.
Di habitat aslinya, penyerbukan bunga ini dibantu oleh serangga yang harus terbang hingga puluhan kilometer membawa serbuk sari dari bunga lain yang mekar bersamaan agar menghasilkan buah dan biji.
“Namun di Kebun Raya Bogor, penyerbukan perlu dibantu manusia melalui hand pollination, karena bunga jantan dan betinanya tidak matang pada waktu yang bersamaan,” pungkas Dian.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
