Jaga Lingkungan dan Kualitas Udara, Pemkot Bogor Bersama Komunitas Vespa Tanam Pohon di R3
- account_circle Nelyani
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, bogornews— Komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas udara kembali ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Bersama komunitas Vespa se-Jabodetabek, Pemkot Bogor menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Jalan Regional Ring Road (R3), Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam merespons dampak perubahan iklim yang kian cepat. Menurut Dedie, gerakan menanam pohon menjadi langkah konkret untuk menyerap emisi karbon sekaligus menghasilkan oksigen bagi lingkungan perkotaan.
“Perubahan iklim terjadi sangat cepat. Karena itu, kita perlu memperbanyak penanaman pohon sebagai upaya menetralkan emisi karbon. Ini juga menjadi tanggung jawab kita sebagai pengguna kendaraan bermotor yang menghasilkan gas buang,” ujar Dedie.
Ia menambahkan, penanaman pohon merupakan bentuk implementasi nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Sejalan dengan itu, Pemkot Bogor juga terus berupaya mengurangi kemacetan yang berdampak pada meningkatnya emisi karbon, salah satunya dengan menambah ruas jalan dan menyelesaikan pembangunan jalur R3.
“Jalur ini akan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan dari Ciawi hingga Cibinong. Proses penyelesaiannya terus kita lakukan,” ucapnya.
Sementara itu, perwakilan Komunitas Vespa, Bambang, menjelaskan bahwa kegiatan riding bersama ini merupakan agenda rutin tahunan. Pada tahun ini, para pecinta Vespa sepakat mengusung tema pelestarian lingkungan.
“Kami sadar bahwa aktivitas berkendara menghasilkan emisi. Karena itu, melalui kegiatan penghijauan ini kami ingin ikut berkontribusi memperbaiki lingkungan dan membantu menyaring udara,” ujarnya.
Katulampa dipilih sebagai lokasi penanaman pohon dengan tujuan memperkuat fungsi resapan air. Diharapkan, akar-akar pohon mampu menyerap air hujan agar tidak langsung mengalir ke sungai yang bermuara ke Jakarta.
“Kami juga mengundang teman-teman dari Jakarta, karena sekitar 80 persen peserta riding berasal dari sana. Bogor sering disebut saat terjadi banjir, maka melalui kegiatan ini kami ajak semua pihak ikut berkontribusi mencegah banjir lewat penghijauan,” pungkas Bambang.
- Penulis: Nelyani
- Editor: Nelly
