Kolaborasi TPPS dan KKMP, Pemkot Bogor Optimistis Wujudkan Zero Stunting
- account_circle Nellyani
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, bogornews — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Pemkot Bogor secara resmi mengolaborasikan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai upaya strategis menuju target zero stunting.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara 24 KKMP se-Kota Bogor dengan TPPS di tingkat kecamatan yang masing-masing diketuai oleh camat. Penandatanganan berlangsung di Balai Kota Bogor, Senin (12/1/2026).
Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua TPPS Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial dan membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi. KKMP nantinya berperan sebagai penyedia kebutuhan dari hasil iuran sukarela ASN setiap bulan,” ujar Jenal Mutaqin usai acara.
Meski saat ini belum seluruh KKMP terlibat, Jenal berharap kerja sama tersebut dapat menjadi pemicu bagi koperasi lainnya untuk ikut bergabung. Selain berdampak pada percepatan penurunan stunting, sinergi ini juga diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat kelurahan.
“Kita bisa membangkitkan ekonomi Kota Bogor melalui berbagai peluang yang ada, termasuk dari program penanganan stunting. Saya ingin KKMP benar-benar bangkit dan menjadi sistem perekonomian berbasis asas kekeluargaan dan masyarakat,” tegasnya.
Secara teknis, Jenal menjelaskan bahwa TPPS di tingkat kecamatan akan melakukan pemetaan kebutuhan penanganan stunting di wilayah masing-masing. Selanjutnya, seluruh kebutuhan tersebut akan dibelanjakan melalui KKMP setempat, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini target zero stunting dapat terwujud dan KKMP benar-benar hadir menjadi roda perputaran ekonomi yang maksimal di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menyebutkan bahwa kolaborasi ini juga diiringi dengan peluncuran program Bogor Penting (Pencegahan Stunting).
Menurutnya, KKMP akan dilibatkan secara aktif dalam proses pemantauan melalui aplikasi Bogor Besti. Aplikasi tersebut memungkinkan koperasi memonitor secara langsung perkembangan anak stunting berdasarkan bantuan yang telah disalurkan.
“KKMP akan diberikan akses akun Bogor Besti sebagai jendela untuk memantau progres anak stunting dari bantuan yang diberikan,” jelas Marse.
Ia menegaskan bahwa isu stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Kota Bogor di masa depan.
“Stunting bukan hanya bicara soal tinggi dan rendah badan anak, melainkan tinggi rendahnya kualitas Kota Bogor ke depan,” pungkasnya.***
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nelly
