Hujan Tak Surutkan Semangat, Muslimat NU Parung Teguhkan Peran Penjaga Keilmuan dan Moral Generasi
- account_circle Nellyani
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, BOGORNEWS– Hujan yang mengguyur Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Rabu (28/1/2026), tak menyurutkan semangat ratusan perempuan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Sejak pagi hari, mereka memadati Musholah Al Mukaromah untuk mengikuti peringatan Hari Lahir (Harlah) NU dan Tawaqufan Majelis Taklim Muslimat NU Kecamatan Parung.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menegaskan peran strategis perempuan NU sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus benteng moral generasi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor, Usman Azis, menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki posisi sentral dalam menjaga kesinambungan literasi ulama, khususnya warisan keilmuan ulama salaf, agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat.
“Perempuan Muslimat NU adalah penjaga dapur keilmuan umat. Dari majelis taklim para ibu inilah nilai-nilai kitab kuning, akhlak ulama, dan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah diwariskan secara nyata kepada keluarga,” ujar Usman Azis usai kegiatan.
Ia menambahkan, penguatan literasi ulama di kalangan Muslimat NU bukan sekadar rutinitas pengajian, melainkan langkah strategis dalam menjaga identitas Nahdlatul Ulama agar tetap berakar kuat pada khazanah keilmuan klasik.
“Jika ibu-ibunya kuat secara literasi ulama, maka anak-anaknya akan tumbuh dengan pijakan keilmuan dan akhlak yang kokoh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cogreg, Mad Yusup Supriatna, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif Muslimat NU yang dinilainya memiliki kontribusi nyata dalam membangun ketahanan moral dan sosial masyarakat desa.
“Perempuan Muslimat NU ini bukan hanya aktif di majelis taklim, tetapi juga menjadi benteng moral keluarga dan lingkungan. Mereka adalah sekolah pertama bagi anak-anak di Desa Cogreg,” ungkapnya.
Mad Yusup berharap eksistensi Muslimat NU terus menguat dan berkembang sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menjaga keharmonisan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Semoga Muslimat NU semakin solid, berdaya, dan kehadirannya terus membawa maslahat bagi umat dan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Harlah NU dan Tawaqufan ini turut dihadiri Ketua MUD Cogreg, Kiyai Khudri, serta sejumlah tokoh agama di Kecamatan Parung. Acara tersebut menegaskan kembali bahwa gerakan keagamaan perempuan NU memiliki peran besar dalam membangun peradaban, menjaga moral umat, dan menyiapkan masa depan generasi yang berakhlak dan berilmu.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
