Breaking News
light_mode

Jauhilah Sifat Tamak, Itulah Kefakiran yang Nyata

  • account_circle Nellyani
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAH kita merasa hidup sudah berjalan cukup baik, tetapi hati tetap saja gelisah? Rumah sudah ada, pekerjaan tetap, kebutuhan pokok terpenuhi—namun rasa puas tak kunjung datang. Setiap kali satu keinginan tercapai, keinginan lain segera menyusul. Seolah ada ruang kosong di dalam dada yang tak pernah penuh.

Di situlah Rasulullah ﷺ memberi peringatan yang sangat dalam maknanya. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

“Jauhilah sifat tamak, karena sesungguhnya itu adalah kefakiran yang nyata.”

(HR. Ath-Thabrani)

Sifat tamak atau serakah bukan sekadar tentang ingin kaya. Ia adalah kondisi hati yang tak pernah merasa cukup. Orang yang tamak bisa saja memiliki banyak harta, tetapi jiwanya selalu merasa miskin. Mengapa Rasulullah menyebutnya sebagai “kefakiran yang hadir”? Karena rasa kekurangan itu hidup di dalam hati, meski dunia telah memberinya banyak.

Kita sering menjumpai potret ini dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang bekerja sejak pagi hingga larut malam, namun tetap merasa hidupnya kurang. Ada yang memiliki rumah, kendaraan, gaji tetap, tetapi hatinya tak pernah benar-benar tenang. Masalahnya bukan pada jumlah harta, melainkan pada ketidakmampuan hati untuk merasa cukup.

Padahal, Allah SWT telah menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi hamba-Nya yang bersyukur. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Namun jika kamu mengingkari, sungguh azab-Ku sangat keras.”

(QS. Ibrahim [14]: 7)

Orang yang pandai bersyukur sejatinya telah dianugerahi satu nikmat besar bernama qana’ah. Ia memahami bahwa rezeki bukan diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi seberapa lapang dada dalam menerima ketetapan Allah. Ketika seseorang bisa berdamai dengan apa yang ada di tangannya hari ini, di situlah letak keberuntungan sejati.

Rasulullah ﷺ menegaskan hal ini dalam hadits yang lain:

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah membuatnya merasa cukup dengan apa yang Dia berikan.”

(HR. Muslim)

Menariknya, Rasulullah tidak menyebut harta melimpah sebagai tanda keberuntungan. Yang beliau tekankan justru cukup dan merasa cukup. Imam Ibnul Jauzi menjelaskan, aflaha berarti menang dan selamat, kafaf adalah rezeki yang mencukupi kebutuhan, dan qana’ah adalah ridha serta ketenangan hati tanpa dorongan rakus mengejar dunia.

Sering kali, penderitaan tidak datang karena kita tidak memiliki apa-apa, melainkan karena kita merasa apa yang ada belum cukup. Rumah sudah ada, ingin yang lebih besar. Kendaraan sudah ada, ingin yang lebih mewah. Anak-anak sehat dan berpendidikan, tetapi kita sibuk membandingkannya dengan milik orang lain. Tanpa sadar, hati dipenuhi rasa kurang yang tak pernah selesai.

Rasulullah ﷺ pun mengingatkan kita tentang hakikat kekayaan yang sering disalahpahami:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, melainkan kekayaan jiwa.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah pesan yang sering terlupakan di tengah hiruk-pikuk dunia. Kekayaan sejati bukan soal isi dompet, melainkan ketenangan hati. Imam Nawawi menjelaskan bahwa kekayaan yang terpuji adalah lapangnya jiwa dan sedikitnya rasa tamak. Orang yang selalu ingin menambah dan tak pernah puas, sejatinya belum kaya, meski hartanya berlimpah.

Karena itu, kita tak perlu heran jika ada orang dengan harta sederhana namun hidupnya damai, sementara ada pula yang bergelimang kekayaan tetapi penuh keresahan. Perbedaannya bukan pada apa yang mereka miliki, melainkan pada bagaimana mereka memandang dan mensyukuri pemberian Allah.

Maka, jika menerima dan mensyukuri apa yang ada adalah tanda keberuntungan, sifat tamak justru menjadi sumber kehancuran. Sebab sering kali, masalah terbesar dalam hidup kita bukan karena kekurangan, tetapi karena perasaan tak pernah cukup. Semoga Allah menganugerahi kita hati yang qana’ah, jiwa yang lapang, dan rasa syukur yang tak pernah putus. Aamiin.

  • Penulis: Nellyani
  • Editor: Nellyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Bogor Soroti Anggaran Pendidikan Rp 744 Miliar, Bantuan Langsung untuk Warga Miskin Tak Sampai 3 Persen

    DPRD Kota Bogor Soroti Anggaran Pendidikan Rp 744 Miliar, Bantuan Langsung untuk Warga Miskin Tak Sampai 3 Persen

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews–Fakta mencengangkan terungkap dalam Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kota Bogor bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Dari total anggaran pendidikan Tahun 2026 yang mencapai Rp 744,4 miliar, porsi bantuan pendidikan yang benar-benar dirasakan langsung oleh warga miskin ternyata sangat minim. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono, secara tegas menyoroti kondisi tersebut. […]

  • Semakin Bersyukur, Nikmat Semakin Melimpah

    Semakin Bersyukur, Nikmat Semakin Melimpah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    Ada satu rahasia sederhana, namun kerap luput dari perhatian manusia: nikmat hadir karena syukur. Bukan sebaliknya. Syukurlah yang mengundang nikmat, lalu nikmat yang disyukuri akan kembali mendatangkan tambahan karunia. Begitu seterusnya—tanpa putus—hingga manusia itu sendiri berhenti bersyukur. Inilah kesimpulan yang amat dalam dari sahabat mulia, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Menurut beliau, tambahan nikmat […]

  • Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Molor, Kontraktor Didenda Lebih dari Rp1 Miliar

    Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Molor, Kontraktor Didenda Lebih dari Rp1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    CIBINONG, bogornews–Keterlambatan penyelesaian pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor, berujung sanksi tegas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjatuhkan denda lebih dari Rp1 miliar kepada kontraktor pelaksana proyek tersebut. Denda tersebut akan langsung dipotong pada saat proses pembayaran akhir kepada kontraktor. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, […]

  • Inilah 15 Calon Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang Lolos Seleksi Administrasi

    Inilah 15 Calon Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang Lolos Seleksi Administrasi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews— Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor secara resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi calon direksi untuk masa jabatan 2026–2031. Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 014/PANSELDIRTPKB/I/2026 tertanggal 26 Januari 2026, yang menyatakan sebanyak 15 peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sebanyak 15 […]

  • Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Bogor Mulai Digarap Maret 2026

    Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Bogor Mulai Digarap Maret 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    BOGOR, bogornews— Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WTE) di Bogor dipastikan mulai digarap pada Maret 2026. Proyek strategis nasional ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi. Lead of Waste to Energy BPI Danantara Indonesia, Fadli Rahman, mengungkapkan bahwa tahap awal proyek WTE […]

  • Acep Sajidin Bangga Seleknas Tenis KU-14 Digelar di Lapangan Pakansari

    Acep Sajidin Bangga Seleknas Tenis KU-14 Digelar di Lapangan Pakansari

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Nellyani
    • 0Komentar

    CIBINONG, bogornews– Kabupaten Bogor kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional bergengsi. Lapangan Tenis Indoor dan Outdoor Kapten Muslihat Pakansari, Cibinong, mendapat apresiasi dari Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) Pusat setelah ditunjuk sebagai venue Seleksi Nasional (Seleknas) Tenis Kelompok Umur (KU) 14 Tahun. Seleknas tersebut digelar pada 26 Januari hingga 4 Februari […]

expand_less