Atap SMAN 2 Gunung Putri Ambruk, KBM Dihentikan Sementara
- account_circle Nellyani
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, Bogornews – Ambruknya atap salah satu bangunan di SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan seluruh siswa dan tenaga pendidik.
Kepala SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin, mengatakan insiden tersebut telah dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan langsung mendapat respons cepat dari pihak terkait.
“Sudah, dari KCD sudah diteruskan ke Provinsi Jawa Barat. Responsnya sangat cepat, kami diminta membuat kronologi dan berita acara, semuanya sudah disampaikan. Yang terpenting, tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Dede, Jumat (23/1/2026).
Dede menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian genteng dan atap bangunan, sementara struktur tembok dipastikan dalam kondisi aman. Bangunan yang terdampak merupakan ruang kelas siswa kelas XII.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan KBM mulai Senin dan seterusnya, sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis dari tim terkait.
“Hari Senin dan seterusnya kita liburkan dulu sesuai arahan Pak Camat, sambil menunggu tim teknis datang dan memberikan izin agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah ruang cadangan sebagai alternatif pembelajaran, seperti ruang kelas lain, laboratorium komputer, hingga perpustakaan. Namun, pemanfaatan ruangan tersebut tetap menunggu izin resmi dari tim teknis guna menghindari risiko lanjutan.
“Sebetulnya kita punya alternatif. Ada tiga kelas cadangan, juga lab komputer dan perpustakaan yang bisa digunakan. Tapi semua itu akan dipakai setelah ada kepastian dan izin bahwa ruangan lain benar-benar aman,” pungkasnya.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
