Musrenbang Bogor Utara Soroti Penanganan Banjir dan Akses Penghubung ke Sentul
- account_circle Nellyani
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, bogornews– Isu banjir dan konektivitas wilayah menjadi perhatian utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Bogor Utara yang digelar di Aula Gedung Kebon Jati, Kota Bogor. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, serta jajaran perangkat daerah dan perwakilan masyarakat.
Dalam sesi dialog, Wali Kota Dedie menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Bogor Utara harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh melalui langkah normalisasi. Menurutnya, normalisasi tidak bisa dilepaskan dari pemetaan titik-titik sumbatan yang selama ini menjadi penyebab utama terjadinya banjir, baik di Bogor Utara maupun wilayah lain seperti Bogor Timur, Bogor Barat, dan Bogor Tengah.
“Kalau banjir, kuncinya adalah normalisasi. Harus dipetakan lebih dulu titik-titik sumbatan. Di Bogor Utara ini kendalanya sudah banyak bangunan yang melanggar,” ujar Dedie.
Ia meminta camat dan lurah untuk segera melakukan pendataan secara detail. Jika ditemukan bangunan yang menghalangi aliran air, Pemkot Bogor tidak akan ragu untuk melakukan pembongkaran sebagai langkah tegas demi mengatasi banjir secara berkelanjutan.
Selain persoalan banjir, Dedie juga menyinggung rencana penguatan konektivitas antara Bogor Utara dan wilayah Kabupaten Bogor, khususnya Sentul. Pemkot Bogor telah mengusulkan pembangunan jalan penghubung dari Babakan Madang, Sentul, melalui jalur frontage toll di sepanjang Bogor Outer Ring Road.
“Dari jalur R2 nanti akan kita sambungkan sampai ke titik SBY Center dan terus ke Sentul. Saya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Bogor dan pada prinsipnya tidak ada penolakan,” jelasnya.
Pembangunan akses tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus menjadi alternatif jalur yang lebih efisien tanpa harus masuk jalan tol. Dedie menambahkan, proyek jalan R2 yang sempat tertunda juga akan kembali dilanjutkan.
“Tahun ini insyaallah kita mulai lagi, ada dua kegiatan utama yakni pembebasan lahan dan cut and fill. Kalau memungkinkan, konstruksi juga akan kita mulai,” ungkapnya.
Melalui Musrenbang ini, Dedie menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur dan banjir secara bertahap dan berkesinambungan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bogor Utara dan sekitarnya.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
