Edukasi Anti-Bullying Digencarkan, Pemkot Bogor Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman
- account_circle Nellyani
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, bogornews–Mengawali tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggencarkan sosialisasi stop perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menekan angka bullying sejak usia dini dan mewujudkan sekolah yang aman serta nyaman bagi para pelajar.
Salah satu kegiatan sosialisasi digelar di SD Negeri Rimba Putra, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi perangkat dinas terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin menegaskan pentingnya penanaman nilai anti-bullying sejak dini kepada anak-anak. Menurutnya, kebiasaan mengejek, menghina, atau merendahkan orang lain harus dicegah agar tidak tumbuh menjadi perilaku yang berdampak negatif di kemudian hari.
“Anak-anak harus sejak awal paham bahwa perundungan itu tidak baik. Mengejek atau menghina teman juga bukan hal yang benar. Sosialisasi seperti ini akan terus kami lakukan di setiap satuan pendidikan,” tegasnya.
Jenal juga menekankan bahwa selain peran pemerintah, kontribusi tenaga pendidik dan lingkungan keluarga sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Ia berharap seluruh keluarga besar SD Negeri Rimba Putra dapat terhindar dari praktik bullying, baik sebagai korban maupun pelaku.
“Jika edukasi dilakukan terus-menerus, insyaallah akan lahir generasi yang kuat dan anti-bullying. Tadi anak-anak sepakat tidak ingin dibully, maka dari itu kita juga jangan melakukan perundungan kepada orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Rimba Putra, Widi Prihayana, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyebut edukasi anti-bullying sangat penting untuk membantu siswa memahami batas antara bercanda dan tindakan perundungan.
“Awalnya mungkin hanya bercanda, tetapi bisa berkembang menjadi bullying bahkan kekerasan. Dengan sosialisasi ini, siswa diajarkan cara menyikapi dan mencegahnya. Ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter anak sejak dini,” kata Widi.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
