Isra Miraj: Perjalanan Agung Rasulullah SAW Dalam Semalam, Tonggak Ibadah Umat Islam
- account_circle Nellyani
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di tengah keheningan malam yang sunyi, Rasulullah Muhammad SAW menapaki salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Sebuah perjalanan suci yang melampaui batas ruang dan waktu, Isra Miraj menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus tonggak penting bagi umat Islam hingga hari ini.
Isra Miraj bukan sekadar kisah spiritual, melainkan peristiwa monumental yang sarat makna. Isra berarti perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sementara Miraj adalah perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa menembus langit hingga Sidratul Muntaha, tempat yang belum pernah dicapai makhluk mana pun sebelumnya.
Semua itu terjadi hanya dalam satu malam—dalam keadaan terjaga, bukan mimpi—sebagaimana diyakini oleh mayoritas ulama. Rasulullah SAW melakukan perjalanan tersebut dengan mengendarai Buraq, didampingi Malaikat Jibril.
Peristiwa Isra Miraj ini diabadikan dalam Al-Qur’an, Surat Al-Isra ayat 1:
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami.”
Singgah di Jejak Para Nabi
Dalam perjalanan menuju Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW singgah di beberapa tempat bersejarah. Di setiap persinggahan, beliau melaksanakan shalat dua rakaat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Tempat pertama adalah Madinah, kota yang kelak menjadi tujuan hijrah Rasulullah. Selanjutnya Madyan, lokasi Nabi Musa AS pernah berlindung dari kejaran Fir’aun. Perjalanan berlanjut ke Bukit Thursina, tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT, lalu ke Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS. Perjalanan Isra pun berakhir di Masjidil Aqsa.
Di tengah perjalanan, Rasulullah SAW juga dihadapkan pada pilihan antara susu dan khamar. Beliau memilih susu—simbol kesucian dan fitrah manusia—sebuah tanda bahwa Islam adalah agama yang lurus dan diridhai Allah SWT.
Menembus Tujuh Lapis Langit
Setelah memimpin shalat berjamaah di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Miraj bersama Malaikat Jibril. Beliau menembus tujuh lapis langit dan bertemu para nabi terdahulu.
Di langit pertama, Rasulullah SAW bertemu Nabi Adam AS. Langit kedua dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Di langit ketiga beliau bertemu Nabi Yusuf AS, kemudian Nabi Idris AS di langit keempat. Perjalanan berlanjut ke langit kelima dengan Nabi Harun AS, langit keenam dengan Nabi Musa AS, dan langit ketujuh dengan Nabi Ibrahim AS.
Rasulullah SAW juga diajak mengunjungi Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat yang tak pernah sepi dari zikir dan ketaatan.
Shalat, Hadiah Langit untuk Umat Islam
Puncak dari peristiwa Isra Miraj adalah diterimanya perintah shalat lima waktu. Ibadah ini menjadi tiang agama, sekaligus sarana utama seorang muslim untuk menjalin hubungan langsung dengan Allah SWT.
Shalat mengajarkan disiplin, keikhlasan, dan ketundukan, serta menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dunia, ada kewajiban yang tak boleh ditinggalkan.
Hikmah Sepanjang Zaman
Isra Miraj bukan hanya kisah perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, tetapi juga pesan abadi bagi umat Islam. Peristiwa ini menegaskan kekuatan iman Nabi Muhammad SAW, membuktikan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, serta mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga shalat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Melalui shalat, umat Islam menemukan ketenangan jiwa, memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT, dan menjadikan hidup lebih bermakna. Isra Miraj pun terus hidup sebagai cahaya pengingat—bahwa ketaatan adalah jalan menuju kemuliaan.
- Penulis: Nellyani
- Editor: Nellyani
